Tampilkan postingan dengan label perawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perawat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Oktober 2013

Kata Nurse

Hi Guys...

Apakah kalian perawat seperti saya ?
2015 ini jurusan keperawatan memang cukup laris, hampir di setiap kabupaten terdapat jurusan keperawatan baik sederajat SMA, Perguruan tinggi Swasta, Akademi maupun Perguruan Tinggi Negeri. Sangat Berjubel Guys....
    Langsung ke-intinya, saya pernah menonton iklan "Lee Mineral, Kayak ada manis-manisnya gitu" hehe... jadi iseng aja pengen buat kata-kata tentang keperawatan dan Lee Mineral... Just Kidding Guys



Kamis, 10 Oktober 2013

Pelayanan Prima Seorang Perawat



Posted by : Intan Nur k
Akper Yappi Sragen....Just Do Care !!!

PELAYANAN PRIMA SEORANG PERAWAT
BY : SUHARTI
Mutu Pelayanan Prima
a)     Konsep Mendahulukan Kepentingan Pelanggan.
Pelayanan Prima adalah : pelayanan yang memuaskan pelanggan/klien. Salah satu indikator adanya kepuasan pelanggan/klien adalah tidak adanya keluhan dari pelanggan/klien. Akan tetapi, didalam praktek k.eluhan-keluhan pelanggan/klien ini akan selalu ada.
=> Perawat pemberi pelayanan wajib menanggapi dan menghadapi keluhan pelanggan/klien tersebut untuk kepentingan dan kepuasan pelanggan/klien.
=> Untuk itu, pemberi pelayanan (perawat) perlu mengetahui sumber-sumber keluhan pelanggan/klien dan mengetahui cara-cara mengatasi keluhan pelanggan/klien.

Menurut endar Sugiarto ( 1999 )
=> sumber-sumber keluhan pelanggan antara lain adalah :
=> pelanggan internal dan pelanggan eksternal. Pelanggan internal adalah pegawai instansi/orgnaisasi yang bersangkutan dan para pemimpin instansl/organiasasi yang bersangkutan. Seorang pegawai suatu instansi/organisasi yang tidak betah bekerja karena lingkungan kerja dan situasi pegawai yang ada di dalamnya.
=> Suasana nyaman dan harmonis akan mempengaruhi kesiapannya dalam menghadapi pelanggan eksternal.
=> Para pemimpin instansi/organisasi dapat menjadi sumber keluhan, karena pemimpin sering mendapat masukan dari pada pelanggan eksternal tentang pelayanan di instansinya.
=> Perhatian utama suatu instansi/organisasi adalah pelanggan eksternal, yaitu masyarakat.  
=>Kunci utama keberhasilan pelayanan terletak pada cara instansi/organisasi tersebut memperlakukan pelanggan eksternal ini.
=> Untuk pelayanan keperawatan maka semua karyawan adalah mitra dalam memberikan pelayanan sehingga muncul rasa nyaman dan harmonis. Hal tersebut sangat mendukung untuk pelayanan yang prima terhadap pelanggan/klien ekstenal yaitu orang lain (masyarakat) di luar institusi/organisasi
KATEGORI KELUHAN
--Kategori Keluhan Pelanggan:
            Menurut Endar Sugiarto (1999), keluhan pelanggan dapat dikategorikan/dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
1. Mechanical Complaint (Keluhan Mekanikal)
Mechanical clomplaint adalah suatu keluhan yang disampaikan oleh pelanggan sehubungan dengan tidak berfungsinya peralatan yang dibeli/disampaikan kepada pelanggan tersebut. Dalam hal pelayanan keperawatan maka peralatan yang dimaksud adalah semua peralatan yang berhubungan dengan pelayanan perawatan saat perawat memberikan pelayanan
2.Attitudinal Comptant (Keluhan akibat sikap petugas pelayanan)
Attitudinal complaint adalah keluhan pelanggan yang timbul karena sikap negative petugas pelayanan (perawat) pada saat melayani pelanggan/klien. Hal ini dapat dirasakan oleh pelanggan/klien melalui sikap tidak peduli dari petugas pelayanan (perawat) terhadap pelanggan/klien.
3.Service Related Complaint (Keluhan yang berhubungan dengan pelayanan)
Service related complaint adalah suatu keluhan pelanggan/klien karena hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan itu sendiri. Misalnya seseorang mendaftar untuk berobat/rawat jalan, ternyata formulir pendaftaran (family folder) belum siap dan oleh petugas diminta untuk menunggu.
4.Unusual Complaint (Keluhan yang aneh)
Unusual complaint adalah keluhan pelanggan/klien yang bagi petugas merupakan keanehan (tjdak wajar/tidak umum). pelanggan yang mengeluh seperti ini sebenarnya secara psikologis adalah orang-orang yang hidupnya tidak bahagia atau kesepian.
CARA MENGATASI KELUHAN
Cara mengatasi keluhan pelanggan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi keluhan pelanggan/klien,antara lain adalah:
1. Pelanggan biasanya marah pada saat menyampaikan ke luhan. Oleh karena itu perawat tidak boleh terpancing untuk ikut marah.
2. Perawat tidak boleh memberikan janji-janji yang sebenarnya sulit dipenuhi serta tidak menjanjikan sesuatu yang berada di luar wewenangnya
3.  Jika permasalahan tidak dapat diselesaikan sedangkan perawat sudah berbuat maksimal, perawat harus berani menyatakan menyerah dengan jujur.
PELANGGAN YANG SELALU MENGELUH
=Ada pelanggan/klien yang selalu mengeluh. Untuk menghadapi pelanggan seperti itu,
=Perawat harus sabar dan melakukan pendekatan secara khusus.
=Pelayanan dengan sepenuh hati.
Menurut Endar Sugiarto (1999), pada hakekatnya pelanggan itu tidak membeli produk, tetapi mereka membeli pelayanan. Ini merupakan falsafah bisnis dalam upaya memberikan pelayanan yang prima. Pelayanan di sini adalah pelayanan dalam segala bentuk kreasi dan manifestasinya. Untuk itu, kita lebih banyak belajar tentang para pelanggan/klien kita, agar kita dapat memberikan pelayanan dengan sepenuh hati dan dengan cara yang lebih baik di masa yang akan datang.
BUDAYA PELAYANAN PRIMA
=Budaya Pelayanan Prima
Menganggap bahwa pelayanan prima sebagai suatu budaya berarti melakukan kegiatan pelayanan sebagai suatu hal yang membanggakan dengan nilai luhur yang dijunjung tinggi. Budaya pelayanan prima adalah sebuah budaya yang kuat yang mewarnai sifat hubungan antara perawat pemberi pelayanan. Budaya pelayanan prima dibentuk oleh sikap perawat dan manajemen instansi/organisasi pemberi pelayanan.
SIKAP PELAYANAN PRIMA
=Sikap Pelayanan Prima.
Sikap pelayanan prima berarti pengabdian yang tulus terhadap bidang kerja dan yang paling utama adalah kebanggaan atas pekerjaan. Sikap anda dapat menggambarkan instansi/organisasi anda. Anda adalah perwakilan instansi/organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
= Pelanggan akan menilai instansi/organisasi dari kesan pertama mereka dalam berinteraksi dengan orang-orang yang terlibat dalam instansi/organrsasi tersebut. Apabila pagi itu kebetulan andalah orang pertama yang berhubungan dengan pelanggan, anda akan mewakili gambaran dari instansi/organisasi anda.
SENTUHAN PELAYANAN PRIMA
= Sentuhan Pribadi Pelayanan Prima
Pelayanan prima sangat memperhatikan individu sebagai pribadi yang unik dan menarik setiap pelanggan/klien memiliki sifat dan dapat membuat para perawat bahagia atau kecewa.
= Sentuhan pribadi mengarahkan para perawat selaku pemberi pelayanan untuk berpikir bahwa memperlakukan orang lain sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri perlu selalu dipraktekan. Yang diutamakan dalam pelayanan prima bukanlah slogan-slogan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, melainkan bentuk nyata pelayanan yang sebelumnya sudah diberikan dalam pelatihan-pelatihan dan dapat diterapkan pada saat praktek di lapangan, ketika berhubungan langsung dengan pelanggan/klien.
= Karena pelayanan prima merupakan budaya, identitas, sarana kompetisi, pelanggan/klien merasa penting, rekan sekerja merasa nyaman bersama kita dan kita dapat melayani pelanggan/klien dengan cepat, tepat, ramah, mengutamakan kepuasan pelanggan/klien, menepati janji, bahasa yang baik dalam bertelepon, menunjukkan etika dan sopan santun, merasa puas dan bangga akan pekerjaan kita, bekerja dengan antusias, kepercayaan diri yang tinggi, menawarkan bantuan, senyum yang tulus, humor yang menyenangkan, mendengarkan dengan baik dan dengan konsep win-win.
PELAYANAN PRIMA SESUAI DENGAN PRIBADI PRIMA
=>Pelayanan prima sesuai dengan pribadi Prima.
Konsep pribadi prima meliputi unsur-unsur kepribadian, penampilan, perilaku dan komunikasi yang prima. Seseorang perawat dapat dikatakan memiliki pribadi prima apabila :
• Tampil ramah
• Tampil sopan dan penuh hormat
• Tampil yakin
• Tampil rapi.
• Tampil ceria
• Senang memaafkan
• Senang bergaul
• Senang belajar dari orang lain
• Senang pada kewajaran
• Senang menyenangkan orang lain
KONSEP KUALITAS PELAYANAN
=>Adapun konsep kualitas pelayanan menurut pandangan Cristopher Lovelock dalam Product plus (1994: 178-188) yang mengemukakan tentang bagaimana suatu produk bila ditambah dengan pelayanan akan menghasilkan suatu kekuatan yang memberikan manfaat lebih. Selanjutnya Lovelock mengemukakan melalui diagram bunganya dimana terdapat 8 (delapan) suplemen pelayanan (the eight petals on the flower of service) yang terdiri dari ;
8 (delapan) suplemen pelayanan
1, Information
Proses suatu pelayanan yang berkualitas dimulai dari suplemen informasi dari pelayanan yang diperlukan oleh klien. Seorang pelanggan/klien akan menanyakan kepada perawat tentang apa, bagaimana, berapa, kepada siapa, dimana diperoleh, dan berapa lama memperoleh pelayanan yang diinginkan. Penyedia informasi memberikan kemudahan kepada pelanggan/klen.
2. Consutation
Setelah memperoleh informasi yang diinginkan, biasanya klien akan membuat suatu keputusan, yaitu menerima atau tidak menerima pelayanan yang diberikan. Di dalam proses memutuskan ini serjngkali diperlukan pihak-pihak yang dapat diajak untuk berkonsultasi
3. Ondertaking
Keyakinan yang diperoleh klien melalui konsultasi akan menggiring pada tindakan untuk meminta pelayanan yang diinginkan. Penilaian klien pada titik ini adalah ditekankan pada kualitas pelayanan yang mengacu pada kemudahan aplikasi maupun administrasi pemesanan jasa pelayanan yang tidak berbelit-belit, fleksibel, biaya murah, syarat ringan, dan sebagainya.
4. Horspitality
Pelanggan/klien yang berurusan secara langsung ke tempat-tempat transaksi akan memberikan penilaian tehadap sikap ramah dan sopan dari perawat, ruang tunggu yang nyaman, kafe untuk makan dan minum, hingga tersedianya wc/toilet yang bersih.
5. Cretaking
Latar belakang pelanggan/klien yang beragam akan menuntut pelayanan yang berbeda-beda pula. Misalnya yang berduil menginginkan tempat/ruangan yang leluasa (misalnya VIV), yang tidak mau keluar rumah menginginkan fasilitas pelayanan di rumah (home care). Kesemuanya harus dipedulikan oleh perawat.
6. Exception
Beberapa pelanggan/klien kadang-kadang menginginkan pengecualian kualitas pelayanan, misalnya saja bagaimana dan dengan cara apa perawat melayani permintaan pelanggan/klien yang datang secara tiba-tiba, jaminan terhadap berfungsinya alat-alat kesehatan yang dipasang/terpasang, restitusi akibat peralatan yang digunakan tidak bisa dipakai dan sebagainya.
7. Billing
Titik rawan ke tujuh pada administrasi pembayaran. Niat baik pelanggan untuk bertransaksi sering gagal pada titik ini. Petugas harus memperhatikan hal-hal yang terkait dengan administrasi pembayaran, baik mekanisme pembayaran atau pengisian formulir transaksi.
8. Payment
Pada ujung pelayanan, harus disediakan fasilitas pembayaran berdasarkan pada keinginan pelanggan. Dapat saja berupa self service payment seperti koin telepon, transfer bank, credit card dan sebagainya.
Sumber :

Sutopo, Drs,MPA, Suryanto, Adi, Drs,M.Si, 2003, Pelayanan Prima Bahan Ajar Diklat Prajabatan Golongan III (Edisi Revisi I), Jakrata : Lembaga Administrasi Negara RI

Selasa, 08 Oktober 2013

Contoh Komunikasi Interpersonal Antar Perawat dan Pasien



Perguruan tinggi : akper yappi sragen


1.       Seorang perawat akan melakukan tindakan injeksi Tn. Ari umur 50 tahun dengan typoid. Di ruang mawar RSUD Sragen. Buatlah tahapan tindakan keperawatan dalam menghadapi pasien tersebut.
Jawab :
ð  Fase Interaksi :
- Mengecek dokumen pasien (Tn.Ari)
- Menyiapkan peralatan dan obat sesuai program terapi
-membawa semua peralatan dan obat ke ruangan mawar (bangsal)
       =>  Fase Orientasi
                Perawat : Assalamualaikum bapak.
Ari : waalaikumsalam
Perawat :  Perkenalkan saya adalah perawat intan nur. Bagaimana keadaannya, bapak ?
                 apakah sudah mulai membaik ?
ARI : alhamdulillah sudah ada peningkatan mbak.
Perawat : bapak hebat sekali.  Sekarang, saya akan melakukan
injeksi  dengan typoid. Prosedurnya, saya akan memasukkan obat ini di
selang infus bapak, kemudian selang infus di loskan agar bapak tidak merasakan
sakit. Apakah bapak sudah jelas dan siap untuk saya injeksi ?
                Ari : iya mbak.
ð  Fase Kerja             
Perawat :  *Mencuci tangan kemudian memasukkan obat ke selang infus dan mengeloskan
                  selang infus tersebut.* Apakah bapak merasakan sakit ?
Ari : Sakitnya sedikit mbak.
Perawat : Ini hanya sebentar kog pak. Apakah bapak tadi sudah makan ?
Ari : sudah mbak. Tapi Cuma dua sendok
Perawat : Pola makan harus di jaga ya pak, agar kondisi tubuh cepat pulih. *menutup
                 kembali dan mengencangkan selang infus, membersihkan alat dan mencuci
                tangan*
ð  Fase Terminasi
Perawat : Bapak Ari, obat sudah saya masukkan. Obat ini 3x300ml. untuk Rencana tindak
                  lanjutnya, saya akan kembali Lagi pada jam 20:00 untuk memberikan obat ini lagi,
                  karena obat ini di berikan tiap 8 jam sekali. Apakah ada yang ingin bapak
                  tanyakan ?
Ari : Tidak ada mbak. Terimakasih.
Perawat : kalau begitu, apabila bapak ada keluhan lain mohon segera hubungi saya di ruang
perawat ya bapak.  Terimakasih. Wassalamualaikum.
                Ari : waalaikumsalam.
TEKNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK
mendengarkan dengan penuh perhatian
pandang klien ketika sedang berbicara,
pertahankan kontak mata yang memancarkan keinginan untuk mendengarkan,
sikap tubuh yang menunjukkan perhatian dengan tidak menyilangkan kaki atau tangan,
hindarkan gerakan yang tidak perlu,
anggukkan kepala jika klien membicarakan hal penting atau memerlukan umpan balik,
condongkan tubuh ke arah lawan bicara.
menunjukkan penerimaan
Mendengarkan tanpa memutuskan pembicaraan.
Memberikan umpan balik verbal yang menampakkan pengertian.
Memastikan bahwa isyarat non verbal cocol dengan komunikasi verbal.
Menghindarkan untuk berdebat, mengekspresikan keraguan, atau mencoba untuk mengubah pikiran klien.
menanyakan pertanyaan yang berkaitan
mengulang ucapan klien dengan menggunakan  kata-kata sendiri
mengklarifikasi
memfokuskan
menyatakan hasil observasi
menawarkan informasi
diam
meringkas
memberikan penghargaan
menawarkan diri
memberi kesempatan kepada klien untuk memulai pembicaraan
menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan
menempatkan kejadian dan waktu
menganjurkan klien untuk menguraikan persepsinya
refleksi


2. sikap pada saat melakukan komunikasi interpersonal
-metakomunikasi.
contoh : tersenyum ketika sedang marah.
-penampilan personal
-intonasi (nada suara).
Perawat harus menyadari emosinya ketika sedang berinteraksi dengan klien
-ekspresi wajah.
Menjaga Kontak mata
Perawat sebaiknya tidak memandang ke bawah ketika sedang berbicara dengan klien
ketika berbicara sebaiknya duduk sehingga perawat tidak tampak dominan jika kontak mata dengan klien dilakukan dalam keadaan sejajar.
-sikap tubuh dan ekspresi wajah.
-sentuhan.
Kasih sayang, dukungan emosional, dan perhatian disampaikan melalui sentuhan